May 28, 2020
  • 5:17 am Fitur SehatQ.com dari Dokter, Rumah Sakit, hingga Daftar Penyakit
  • 4:20 am Ibu Hamil Wajib Tahu 5 Manfaat Kencur untuk Kesehatan
  • 5:02 pm Mengulas Tentang Jenis Pneumonia dan Pengobatannya
  • 6:03 pm Bagaimana Sih Cara Melembapkan Kulit Wajah Secara Alami? Beginilah caranya
  • 10:05 am Jenis Resiko Investasi Pakai Model P2P Lending Yang Wajib Diketahui
Mengulas Tentang Jenis Pneumonia dan Pengobatannya

Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang paru dan cukup sering dialami oleh orang Indonesia. Radang paru-paru ini menyerang kantung udara sehingga membengkak dan kondisi ini membuat paru dipenuhi dengan cairan lendir atau air. Kondisi paru-paru basah dapat dialami oleh siapapun dan menyebabkan kematian mencapai 16% dengan kematian balita di tahun 2015. Tanda dari penyakit ini adalah batuk dengan dahak, demam, menggigil, nafsu makan menurun, detak jantung cepat, susah bernapas, berkeringat, dan gejala yang jarang terjadi adalah lemah, kepala menjadi sakit, muntah dan mual, nyeri otot dan sendi serta batuk disertai dengan darah.

Berikut adalah jenis radang paru-paru sesuai dengan penyebabnya:

  • Radang paru bakterial yang disebabkan oleh kondisi paru basah dengan adanya bakteri streptococcus penumonia, legionella pneumophila dan chlamydophila.
  • Radang paru viral disebabkan oleh virus dan biasanya menjadi radang paru anak, gangguan ini tidak terlalu serius dan terjadi dalam waktu yang singkat.
  • Radang paru mycloplasma merupakan penyakit yang buka dari bakteri maupun virus namun memberikan gangguan yang sama dan biasanya dialami oleh anak dan remaja.
  • Radang paru jamur yang sering menjadi penyakit kronis dan membuat sistem kekebalan tubuh rendah dan jamur ini berasal dari tanah.

Terdapat juga radang paru nosokomial yang mendapatkan penyakit saat di rumah dan penyakit ini cukup serius karena kondisi paru basah yang kebal dengan antibiotik. Radang paru komuniti merupakan infeksi yang berasal dari lingkungan sekitar. Selain itu radang parung aspirasi karena makanan, air liur, asam lambung dan air masuk dalam paru sehingga membuat gangguan mengunyah, berada dalam pengaruh alkohol dan sistem saraf. Radang paru karena ventilator karena infeksi yang diperoleh setelah menggunakan ventilator.

Untuk pemeriksaan ini menggunakan rontgen pada dada dengan sinar X sehingga dokter akan mengetahui bagian paru yang mengalami penyakit. Tes darah dengan pemeriksaan tipe bakteri maupun virus yang dapat menyebabkan paru basah terjadi. Tes dahak untuk mengetahui gangguan kesehatan melalui dahak. Pemeriksaan kadar oksigen dalam darah karena penyakit radang paru akan membuat oksigen tidak dapat masuk dalam darah. Selain itu, dapat melakukan CT scan dimana infeksi paru yang tak kunjung sembuh perlu melakukan scanning dan kultur cairan paru sehingga dapat mengambil bagian cairan paru lalu diperiksa kandungannya sehingga dapat menentukan infeksi yang sedang terjadi pada tubuh.

Berikut adalah pengobatan untuk radang paru diantaranya:

  • Antibiotik merupakan obat untuk mengatasi berbagai gejala infeksi yang timbul dan jika bakteri kebal maka akan menggantinya dengan obat lain.
  • Obat antivirus jika infeksi dari virus karena virus tidak dapat dilawan menggunakan antibiotik dan biasanya memberikan obat dengan kandungan oseltamivir dan zanamivir.
  • Obat batuk jika mengalami gejala batuk dan menginfeksi paru dan biasanya untuk memberikan kenyamanan dan tidak merasakan batuk dalam waktu yang lama.
  • Obat penghilang rasa sakit yang diredakan melalui acetaminophen dan ibuprofen.

Penderita akan dirawat jika memiliki usia diatas 65 tahun, memiliki tekanan darah yang kurang dari 90/60 mmHG dan memiliki pernapasan yang cepat dan suhu tubuh dibawah normal. Untuk anak akan dirawat di IGD jika memiliki usia kurang dari 2 tahun, sulit bernapas, mengalami depresi, memiliki kadar oksigen yang rendah dan mengalami penurunan kesadaran. Komplikasi dari pneumonia adalah bakterimia dimana infeksi masuk dalam darah sehingga menurunkan tekanan darah dan adanya luka pada organ paru serta adanya efusi pleura.

admin

RELATED ARTICLES
shares