February 19, 2020
  • 10:05 am Jenis Resiko Investasi Pakai Model P2P Lending Yang Wajib Diketahui
  • 1:34 am Rekomendasi Produk Serum Wajah Terbaik Dari iLOTTE.com
  • 8:11 am Jenis Tipe Desain yang Sering Digunakan Pada Jasa Desain Interior
  • 9:47 am Bagaimana  cara mengobati polip rahim yang Perlu Anda Ketahui
  • 2:45 am Cara mengenali barang Original
Jenis Resiko Investasi Pakai Model P2P Lending Yang Wajib Diketahui

Saat memutuskan untuk menyisihkan dana sebagai sarana investasi. Anda harus benar-benar mengerti dan berani mengambil risiko yang melekat. Sudah bukan rahasia umum lagi kalau investasi itu pasti berbanding lurus dengan suatu risiko.

Seperti halnya ketika Anda putuskan berinvestasi pakai P2P Lending. Model investasi ini mempertemukan Anda pada pihak yang membutuhkan dana pinjaman sebagai modal usaha mikro. Pihak penerima pinjaman bisa jadi menimbulkan risiko bagi Anda selaku penyetor dana. Misalkan saja usaha mikro gagal, tidak membayar pinjaman, kabur, dan lainnya.

Itulah investasi selalu berprinsip pada high risk high return. Investor harus cermat dalam menyikapi hal tersebut. Sebelum putuskan menanamkan dana harus kenali dan pelajari dulu risikonya. Supaya penyesalan tidak terjadi di kemudian hari.

Jika Anda sudah mantap untuk menyerahkan sejumlah uang memakai P2P lending. Inilah potensi risiko yang Anda hadapi, apalagi P2P itu termasuk dalam jenis investasi online.

  1. Track Record Pengelola Terbatas

P2P lending itu biasanya dikelola oleh lembaga keuangan non bank. Mereka bekerja secara online, sehingga segala sesuatunya minim sekali bertatap muka langsung dengan pemberi dan peminjam dana.

Kasus yang sering terjadi berupa gagalnya investor sebagai pemberi dana pinjaman memperoleh hasil. Hal itu lebih disebabkan oleh peminjam yang tidak bertanggung jawab. Maklum saja saat melakukan screening peminjam sepenuhnya jadi tanggung jawab pengelola. Pihak pemberi pinjaman tidak dapat mengakses kualitas penerima pinjaman secara langsung.

Masalah selanjutnya pemberi dana akan menjadi galau. Apakah segala hal terkait penerima dana itu valid? Jika sudah begitu hanya waktu yang dapat memberikan jawaban.

  1. Risiko Kredit Ditanggung Investor

Ketika investor tidak memiliki akses untuk memeriksa profil penerima dana. Hal berikutnya yang dikhawatirkan berupa risiko kredit macet. Ketika pihak peminjam dana gagal bayar atau potensi untuk terlambat itu besar. Maka investor harus siap menerimanya.

Uang yang diinvestasikan pada pihak pengelola bisa saja hilang untuk menutupi kerugian akibat gagal bayar. Masih untung kalau pihak peminjam hanya terlambat. Biasanya mereka langsung melunasi pokok, bunga dan denda akibat terlambat.

Kalau kena peminjam yang gagal bayar, sudah kewajiban investor untuk menerimanya. Sangat beda ketika kita investasi dalam deposito bank. Saat ada masalah gagal bayarnya, pihak bank langsung menutupinya.

  1. Dana Tidak Bisa Ditarik Kapanpun Investor Inginkan

Ketika Anda berinvestasi pakai saham, penjualan dapat dilakukan kapan saja. Begitu juga saat memakai instrumen deposito. Anda ingin melakukan penarikan dana kapan saja diperbolehkan oleh bank.

Ketika pilihan jatuh pada P2P lending Anda harus siap dengan risiko likuiditas. Dana yang telah Anda tempatkah di sana tidak bisa ditarik semaunya. Saat jatuh tempo kegiatan penarikan dana dapat dilakukan.

Dalam hal ini Anda harus siap akan risiko ini. Apalagi dana yang akan ditempatkan pada pihak pengelola nilainya jutaan. Anda perlu pikirkan secara matang.

Ketiga risiko di atas memang selalu muncul dalam P2P lending. Karena pengelolanya berupa lembaga keuangan non bank. Jadi regulasi mutlak diperlukan di sini. Memang benar segala prosesnya cepat dan tingkat return juga tinggi. Tetapi yang namanya berinvestasi risiko selalu ada.

Risiko yang telah dijelaskan sebelumnya tidak akan Anda terima saat bergabung pada pengelola dana yang tepat. Pengelola itu bernama Amartha. Perusahaan investasi yang baik ini sudah memberikan jaminan pada investor. Investor tidak akan terkena risiko kredit, likuiditas, dan track record Amartha sudah teruji. Mereka lembaga non bank terpercaya yang telah diawasi OJK dan memiliki laporan keuangan wajar tanpa syarat. So, gabung saja di Amartha ya.

admin

RELATED ARTICLES
shares